etcstl.com – Pasukan Israel melancarkan serangan udara ke sebuah kafe tepi pantai yang ramai di Kota Gaza pada Senin malam, menyebabkan puluhan warga sipil meninggal dunia. Serangan itu menghancurkan bangunan dan menimbulkan kepanikan di antara warga yang tengah berkumpul untuk berbuka puasa. Kafe tersebut terletak di wilayah barat Gaza, sebuah lokasi populer bagi warga yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di tengah konflik yang terus berlangsung.
Puluhan Korban Jiwa dan Luka Serius
Petugas medis dan sukarelawan segera mengevakuasi para korban dari puing-puing bangunan. Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Dr. Mahmoud Al-Kurd, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 27 orang tewas dan lebih dari 60 lainnya mengalami luka serius. Banyak korban yang masih berusia muda, termasuk anak-anak dan remaja. Beberapa dari mereka menjalani perawatan intensif karena mengalami luka bakar dan cedera akibat serpihan peluru kendali.
Suasana Mencekam di Lokasi Serangan
Warga sekitar menggambarkan suasana saat kejadian sebagai “mencekam dan mengerikan.” Suara ledakan mengguncang daerah sekitar dan membuat kaca-kaca bangunan pecah. Orang-orang berteriak dan berlarian menyelamatkan diri, sementara api berkobar dari puing-puing kafe yang hancur. Sejumlah mobil yang terparkir di dekat lokasi juga terbakar akibat panas dan pecahan rudal.
Israel Klaim Target Militan, Tapi Warga Sipil Jadi Korban
Juru bicara militer Israel menyatakan bahwa serangan itu menargetkan “pos komando militan” yang menurut mereka beroperasi di dekat lokasi kafe. Namun, tidak ada bukti visual atau laporan independen yang menunjukkan kehadiran kelompok bersenjata di sekitar area tersebut saat serangan berlangsung. Warga setempat membantah klaim tersebut dan menyebut serangan ini sebagai pembunuhan massal terhadap warga sipil tak bersenjata.
Kecaman Internasional Semakin Meluas
Sejumlah negara dan organisasi internasional mengutuk keras serangan tersebut. Pemerintah Turki, Qatar, dan Afrika Selatan mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam tindakan militer Israel. Amnesty International juga menuntut penyelidikan independen terhadap insiden tersebut dan menyebut tindakan itu sebagai kemungkinan pelanggaran hukum humaniter internasional. Serangan terhadap warga sipil dinilai telah melanggar prinsip proporsionalitas dan perlindungan terhadap non-kombatan.
Krisis Kemanusiaan di Gaza Kian Parah
Serangan terbaru ini memperparah krisis kemanusiaan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di Gaza slot depo 10k. Rumah sakit kehabisan obat-obatan, pasokan makanan semakin terbatas, dan listrik hanya menyala beberapa jam per hari. Masyarakat Gaza terus hidup dalam ketakutan, tanpa kepastian kapan serangan berikutnya akan terjadi. Organisasi bantuan kemanusiaan menyerukan gencatan senjata segera demi menyelamatkan nyawa warga sipil yang terus menjadi korban konflik berkepanjangan.
